Skip to main content

PENGAWAL DEWI MACOPO / THIAN SHANG SHENG MU (天上聖母)

KISAH DAN ASAL USUL Qian Li Yan 千里眼 {Cian Li Gan} yang dapat melihat sejauh ribuan Li, & Sun Feng Er 順風耳 {Sun Hong Ni}

Kanan:

Dewa ini adalah pengawal dari Macopo / Thian Shang Sheng Mu 天上聖母 , namanya Qian Li Yan 千里眼 yang dapat melihat sejauh ribuan li .

Kiri:

Dewa ini adalah pengawal dari Macopo / Thian Shang Sheng Mu 天上聖母 , namanya Sun Feng Er 順風耳 yang dapat mendengar ribuan pal .

Dalam usia 23 tahun, Lin Mo Niang / Lim Bik Nio berhasil menaklukkan 2 siluman sakti yang menguasai pegunungan Tao Hua Shan 桃花山( 棋盘山). Kedua siluman itu adalah Qian Li Yan 千里眼 {Cian Li Gan} yang dapat melihat sejauh ribuan Li, & Sun Feng Er 順風耳 {Sun Hong Ni} yang dapat mendengar ribuan kilometer, kemudian menjadi pengawalnya.

dengan dikawal oleh kedua iblis yang pernah ditaklukkan yaitu Qian Li Yan 千里眼 (Si Mata Seribu Li) & Sun Feng Er 順風耳(Si Kuping Angin).

Qian Li Yan berkulit hijau kebiru-biruan dengan mulut bertaring, & senjata tombak bercagak. Sun Feng Er berkulit merah kecoklatan, mulutnya juga bertaring, & bersenjata kapak bergagang panjang.

sumber : kisah para dewa

Comments

Popular posts from this blog

Dupa atau Hio dan maknanya

Hampir semua orang Tionghoa tahu apa itu Dupa/Hio karena setiap ritual persembahyangan yang dilakukan selalu menggunakan benda yang satu ini. Bahkan pernah saya mengdengar seorang sesepuh berkata, “Kalau tidak mau memegang dan tidak tahan dengan bau Dupa/Hio janganlah jadi orang Tionghoa.” Namun tahukah anda makna yang tersirat dari penggunaan Hio didalam ritual persembahyangan tersebut. Berikut sedikit penjelasan tentang makna dari Hio, jenis-jenisnya, dan cara penggunaannya. Hio artinya harum. Yang dimaksud harum disini ialah Dupa, yaitu bahan pembakar yang dapat mengeluarkan asap berbau sedap/harum. Dupa yang dikenal pada jaman Nabi Khongcu (Kongzi) berwujud bubuk atau belahan kayu, misalnya : Tiem Hio (Cheng Xiang), Bok Hio (Mu Xiang)/Gaharu, Than Hio (Tan Siang)/Cendana dan lain-lain. Makna dan Kegunaan Membakar dupa/hio mangandung makna : – Jalan Suci itu berasal dari kesatuan hatiku. (Dao You Xin He) – Hatiku dibawa melalui keharuman dupa. (Xin Jia Xiang Chuan) Selain itu dupa j...

Tradisi Angpao dan Pekpao

Dalam budaya Tionghoa, kita memberikan sesuatu kepada orang lain dalam suasana atau situasi tertentu. Di antara pemberian tersebut, ada yang dikenal sebagai angpao (amplop merah) dan pekpao (amplop putih) yang berisi sejumlah uang. Konon tradisi pemberian angpao dimulai sejak zaman dinasti Qin di Tiongkok. Awalnya pada perayaan tahun baru, para orang tua memberikan uang koin yang diikat benang merah kepada anak-anaknya sebagai simbol membagikan rezeki. Kemudian tradisi ini berkembang menjadi bingkisan ucapan selamat yang dibungkus atau diikat kain merah. Warna merah menurut kebudayaan Tionghoa adalah simbol kebahagiaan sehingga sangat banyak dipakai pada suasana yang bahagia dan penuh harapan baik. Belakangan ini, pemberian dalam bentuk barang berkurang dan diganti dengan pemberian dalam bentuk uang tunai yang dikemas dengan amplop merah (angpao) yang diberi simbol-simbol tertentu sesuai dengan situasinya. Pada perayaan tahun baru, orang Tionghoa memberikan angpao berdesain simbol shio...

KISAH DAN ASAL USUL HARI CENG BENG (Festival Ching Ming)

Memaknai Perayaan Ceng Beng Utk Generasi Penerus Festival Qingming (hanzi tradisional: 清明節; sederhana: 清明节; pinyin: qīng míng jié) atau Cheng Beng (bahasa Hokkian) adalah ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran Khong Hu Cu[1][2]. Festival tradisional Tiongkok dilaksanakan pada hari ke-104 setelah titik balik Matahari di musim dingin (atau hari ke-15 pada hari persamaan panjang siang dan malam di musim semi), pada umumnya dirayakan pada tanggal 5 April atau 4 April pada tahun kabisat[3][4]. Secara astronomi, dalam terminologi matahari, Festival Qīngmíng dilaksanakan pada hari pertama dari 5 terminologi Matahari, yang juga dinamai Qīngmíng. Nama yang menandakan waktu untuk orang pergi keluar dan menikmati hijaunya musim semi (Tàqīng 踏青, "menginjak tumbuhan hijau"), dan juga ditujukan kepada orang-orang untuk berziarah kubur. Hari Festival ini dijadikan hari libur umum di Tiongkok, begitu juga di Hong Kong, Macau dan Taiwan. Di Kor...